Kamis, 25 Agustus 2016

Perkembangan Teknologi



Mobil tanpa Supir (Self Driving Car)

 
  Mobil tanpa awak alias self-driving car sudah menjadi bahasan lumrah. Vendor kawakan semacam BMW, Volvo, Mercedes Benz, dan Tesla Motors, telah memperkenalkan mobil pintar mereka masing-masing.
Tak hanya dari industri otomotif, pabrikan teknologi semacam Google dan Baidu pun ikut serta membuat mobil tak berpengemudi . tetapi dalam memasarkannya masih memilik kendala  untuk memasarkan produknya secara komersil karena  Seperti yang sudah-sudah, inovasi kerap bertentangan dengan aturan yang berlaku di tiap negara. Untuk itu, perlu ada payung hukum baru yang mengakomodir inovasi tersebut.Atas dasar ini, lima perusahaan berkoalisi mendorong pemerintah Amerika Serikat agar segera mengeluarkan izin jalan bagi self-driving car, agar menjadi legal. Kelimanya adalah perusahaan induk Google, Alphabet, layanan ride-sharing Uber dan Lyft, serta vendor otomotif Ford dan Volvo.
data 2014 yang menunjukkan ada lebih dari 32.000 kecelakaan fatal di jalanan AS selama setahun. Selain itu, ada 6,1 juta tabrakan mobil yang menyebabkan 2,3 juta korban luka-luka.
Menurut data, 94 persen dari total kecelakaan tersebut disebabkan kelalaian manusia. Dalam hal ini, self-driving car digadang-gadang sebagai solusi tepat mereduksi kelalaian tersebut.Administrator NHTSA (National Highway Traffic Safety Administration) saat ini Mark Rosekind mengatakan, pembuat kebijakan tak boleh rancu dalam perumusan regulasi self-driving car.Februari lalu, NHTSA(National Highway Traffic Safety Administration) menyebut sistem artificial intelligence yang berada di balik kemudi self-driving car milik Google dipertimbangkan sebagai sopir legal. Hal ini mengindikasikan restu NHTSA untuk mobil pintar.
  
 Beberapa Hari lalu Uber sudah tak sabar ingin melepas XC90, mobil tanpa sopir yang dibesut bersama Volvo, ke jalanan. Rencananya, mobil tersebut sudah narik penumpang mulai akhir bulan ini juga di Pittsburgh, AS. 
Pelanggan Uber di kota itu bakal bisa memanggil mobil tanpa sopir lewat aplikasi ponsel Uber seperti biasa. Hanya saja, untuk sementara waktu, sang mobil tanpa sopir masih akan diawasi oleh sopir sungguhan yang duduk di balik kemudi.
Volvo, Sabtu (20/8/2016), dijadwalkan mengirim 100 mobil tanpa sopir tersebut hingga akhir tahun 2016. Sekarang baru beberapa unit saja yang siap panggil. 
Dalam hal teknologi mobil tanpa sopir, Uber mengambil pendekatan yang berbeda dari perusahaan lain seperti Google dan Tesla. Seperti layanan transportasinya yang tak memiliki armada, Uber tidak berniat memproduksi mobilnya sendiri, tapi menyerahkan peranan itu ke pabrikan otomotif rekanan.Kembali ke Pittsburgh, sebagai bagian dari uji coba, pelanggan bakal bisa memanggil dan memakai mobil tanpa sopir secara cuma-cuma, bebas dari tarif standar sebesar 1,05 dollar AS (sekitar Rp 14.000) per mil (1,6 km).







Nantinya, ongkos bepergian dengan mobil tanpa sopir diprediksi bakal turun hingga menjadi lebih murah dibandingkan memakai mobil pribadi.Dari segi keamanan intel akuisisi penjaga keamanan dalam mobil Sebagai bagian dari upayanya mendalami ranah Internet of Things (IoT), Intel mengumumkan telah mengakuisisi Yogitech, sebuah perusahaan perancang semikonduktor asal Italia.
Yogitech dikenal memiliki spesialisasi berupa menambahkan keamanan “functional safety” di dalam chip yang dipakai di dalam robot, mobil tanpa sopir, dan aneka perangkat otomatis lain.Vice President Platform Engineering and Development grup IoT Intel, Ken Caviasca, menerangkan bahwa pihaknya bakal menerapkan teknologi Yogitech di bidang-bidang, seperti pemgembangan chip untuk sistem asistensi pengemudi, robotika, dan mesin otomatis.

Functional safety adalah bagian dari sistem keamanan secara keseluruhan dari sebuah perangkat yang memastikan perangkat yang bersangkutan bisa melakukan tugasnya, dengan mengantisipasi kesalahan operator, kegagalan hardware, atau faktor perubahan lingkungan.
Tujuan menerapakan funcitional safety adalah menghindari cidera fisik pada pengguna, baik secara langsung ataupun tak langsung. Di ranah mobil tanpa sopir, misalnya, teknologi Yogitech bisa digunakan untuk mengurangi error terkait soal pengereman dan identifikasi obyek. Kesalahan atau kegagalan sistem pada mobil tanpa sopir bisa berakibat fatal.
Besarnya nilai akuisisi Yogitech tidak disebutkan. Sebelumnya, perusahaan kecil ini pernah bekerja sama dengan para pabrikan chip lain, termasuk Texas Instruments, ARM, Toshiba, Fujitsu, dan ST Microelectronics. 
Secara terpisah, unit Wind River Intel yang berfokus ke aspek software dari IoT turut melakukan pembelian terkait fungsi mobil otomats. Akusisi diakukan atas Arynga, perusahaan pembaut software yang memungkinkan mobil menerima update secara over-the-air (OTA).Update OTA diperlukan untuk menyalurkan pembaruan secara segera, seperti dalam kasus ditemukannya celah keamanan.

Sumber : Di sini


0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar